Friday, April 24, 2015

Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari

Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari
Amber salah satu mineral batu mulia berharga yang menjadi mitos bagi bangsa Yunani Kuno. Di antra beribu-ribu jenis mineral yang terserak di kerak bumi, hanya ada beberapa ratus yang tergolong jenis yang langka, tahan lama, dan juga indah atau malah memiliki kombinasi dari ketiga unsure tersebut sehingga harganya menjadi mahal. Dahulu mineral-mineral tersebut dibedakan menjadi dua macam yaitu batu mulia (precious stones) seperti berlian, miraah, dan zamrud dan juga batu mulia tanggung (semi-precious stones) seperti biduri bulan, zircon, dan akik. Sebetulnya pembedaan seperti ini tidak niscaya dibutuhkan karena pada umumnya nimeral relative memiliki kualitas keindahan dan daya tahan tinggi, serta dapat dipakai sebagai perhiasan yang disebut permata (gemstones).


Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari
Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari

Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari
Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari
Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari
Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari


Batu mulia amber
Bangsa Yunani Kuno percaya bahwa amber adalah air mata yang telah membeku dari seorang putri yaitu Melios, putri sang Dewa Matahari. Mereka menamakan batu ini sebagai electron yang mempunyai arti cipatran-cipatran sinar matahari. Amber yang sesungguhnya merupakan jenis material organic atau fosil yang memang akan membangkitkan elektrisitas (daya listrik statis negative) yang dapat menarik  potongan-potongan kertas kecil atau benang apabila digesek dengan secarik kain secara berulang-ulang.
Permata ini berasal dari getah atau damar pohon pinus (pinus succinifera) yang hidup di sekitar 30 juta tahun yang lalu. Oleh sebab tersebut amber akan mengeluarkan bau damar yang sangat harum kalau ditusuk dengan jarum panas. Untuk amber tiruan biasanya terbuat dari bahan plastic phenol yang akan mengeluarkan bau yang sangat tajam. Amber yang tulen juga dapat mengambang di larutan air garam serta memiliki daya konduksi panas (thermal conductivity) yang rendah sehingga akan terasa lebih hangat daripada material batu mulia non organic. Di samping itu amber juga akan menampakkan pola-pola tekanan internal (internal stress patterns) yang khas jika dilihat di bawah polariskop.
Biasanya batu ini berwarna kekuningan, kecoklatan atau kemerahan namun ada pula yang berwarna hitam yang sering dinamakan jet oleh orang-orang Inggris yang secara khusus dapat ditemukan di Yorkshire, Inggris. Sementara fosil getah yang lebih muda (semi fossilized resin) disebut dengan nama lain yaitu kopal (copal). Meskipun sifat-sifat dari keduanya sangat mirip namun kopal sangat mudah rusak bila terkena bahan pelarut. Amber yang mengandung fosil serangga di dalamnya bisa mencapai harga yang tinggi dan apabila fosil serangga tersebut besar dan masih utuh sementara warna ambernya sendiri menarik dan bersih, ia dapat mencapai harga yang sangat fantastic sekali.
Batu berderajat kekerasan sangat rendah (empuk) ini tidak hanya bisa ditemukan di wilayah-wilayah sekitar Laut Baltik, Jerman dan juga Republik Dominika namun juga di banyak tempat lain. Endapan amber juga ditemukan di Myanmar dan belum lama ini di Jawa Barat ditemukan kopal.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Amber, Air Mata sang Putri Dewa Matahari

0 comments:

Post a Comment