Friday, April 24, 2015

Zircon Sang Permata Zaman Victorian

Zircon Sang Permata Zaman Victorian
Zirkon (zircon) merupakan salah satu permata yang istimewa karena merupakan batu mulia yang telah menjadi batu permata dari berabad-abad yang lalu. Di antara beberapa ribu jenis mineral yang terserak di dalam kerak bumi, hanya ada beberapa ratus yang tergolong jenis yang langka, tahan lama, dan juga tergolong indah atau malah memiliki kombinasi dari ketiga unsur tersebut sehingga harganya menjadi sangat mahal. Dahulu mineral-mineral tersebut dibedakan menjadi dua macam yaitu batu mulia (precious stones) seperti berlian, miraah, dan zamrud dan juga batu mulia tanggung (semi-precious stones) seperti biduri bulan, zircon, dan akik.
Sebetulnya pembedaan seperti ini tidak niscaya dibutuhkan karena pada umumnya mineral relative memiliki kualitas keindahan dan daya tahan tinggi, serta dapat dipakai sebagai perhiasan yang disebut permata (gemstones). Ada dua jenis batu mulia zirkon (zircon) yaitu intan matura dan juga starlite zircon, dua batu tersebut menjadi batu mulia yang sangat diminati oleh banyak orang bahkan salah satunya dianggap hampir menyerupai berlian dengan kadar kecermelangan tinggi.

Zircon Sang Permata Zaman Victorian
Zircon Sang Permata Zaman Victorian

Zircon Sang Permata Zaman Victorian
Zircon Sang Permata Zaman Victorian

Zircon Sang Permata Zaman Victorian
Zircon Sang Permata Zaman Victorian

Batu permata zirkon (zircon)
Pada zaman lampau zirkon (zircon) (yang di Indonesia kadang kala disebut juga dengan nama yakut), banyak masyarakat yang percaya bahwa mineral zirkon (zircon) ini memiliki daya penyembuh serta kekuatan mistik lainnya. Zirkon (zircon) mencapai puncak popularitas selama Zaman Victoriaan ketika batu ini begitu digemari sebagai perpisahan, entah sebagai bros, kalung, atau semat (pin). Batu zirkon (zircon) berwarna bening (sering disebut tanpa warna), biru, kuning, hijau, merah, coklat, atau jingga ini apabila dipotong secara tepat akan  dapat menghasilkan batu permata yang indah cemerlang. Bahkan sebelum ditemukannya tiruan-tiruan berlian, zirkon (zircon) bening sering juga digunakan sebagai bahan pengganti berlian.
Intan matura (matura diamond)
Berasal dari wilayah Matura, Sri Langka merupkan jenis zirkon (zircon) yang diserdi faset dan nyaris tidak dapat terbedakan dari berlian yang asli. Zirkon (zircon) yang tidak berwarna ini sering pula dirancukan dengan cubic zirconia yakni sejenis berlian tiruan atau berlian buatan.


Starlite zircon
Merupakan sejenis zirkon (zircon) yang berwarna biru bening berkilau. Zirkon (zircon) berwarna kuning atau coklat kemerahan agak bening disebut dengan nama hiasin (hyacinth). Batu yang ini sering pula mendapatkan tritmen panas (heat-treated) untuk mendapatkan perubahan warna yang stabil, entah menjadi biru, kuning keemasan, atau bahkan tak berwarna sama sekali.

Zirkon (zircon) yang bermutu sangat baik dan berukuran besar sangatlah langka dan harganya juga sangat mahal. Batu zirkon (zircon) ini terutama dapat ditemukan di wilayah Sri Langka, Myanmar, India, Thailand, Kamboja, Australia, Norwegia bahian selatan, Jerman, Italia, Swiss, Pegunungan Ural (Rusia) dan Amerika Serikat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Zircon Sang Permata Zaman Victorian

0 comments:

Post a Comment