Friday, April 24, 2015

Menilai Batu Mulia dengan Baik

Menilai Batu Mulia dengan Baik
Menilai batu permata merupakan hal yang penting untuk menentukan batu permata mana yang terbaik sebelum dipergunakan sebagai suatu mata perhiasan. Di antara beberapa ribu jenis mineral yang terserak di dalam kerak bumi, hanya ada beberapa ratus yang tergolong jenis yang langka, tahan lama, dan juga tergolong indah atau malah memiliki kombinasi dari ketiga unsur tersebut sehingga harganya menjadi sangat mahal. Dahulu mineral-mineral tersebut dibedakan menjadi dua macam yaitu batu mulia (precious stones) seperti berlian, miraah, dan zamrud dan juga batu mulia tanggung (semi-precious stones) seperti biduri bulan, zircon, dan akik. Sebetulnya pembedaan seperti ini tidak niscaya dibutuhkan karena pada umumnya mineral relative memiliki kualitas keindahan dan daya tahan tinggi, serta dapat dipakai sebagai perhiasan yang disebut permata (gemstones).

Menilai Batu Mulia dengan Baik
Menilai Batu Mulia dengan Baik

Menilai Batu Mulia dengan Baik
Menilai Batu Mulia dengan Baik

Menilai Batu Mulia dengan Baik
Menilai Batu Mulia dengan Baik

Hal yang pertama-tama perlu diperhatikan dalam menilai batu permata adalah aspek kualitasnya. Apakah potongan, warna, dan juga kejernihannya baik (indah) seperti yang diharapkan? Faktor-faktor ini ditambah juga dengan berat yang diukur dengan satuan karat (per karat setara dengan seperlima garam) merupakan empat criteria yang secara tradisional digunakan untuk menilai mutu permata dan dikenal sebagai 4 C (carat, color, cut, dan clarity). Secara general semakin berat atau besar karatnya semakin mahal pula harganya. Ketiga faktor yang lain lebih bersifat sebjektif, dalam menilai warna misalnya sebaiknya percaya kepada mat sendiri dengan kata lain pertimbangkan utamanya lebih cenderung kepada selera pribadi. Meskipun demikian sebagai patokan umum adalah jika semakin jernih dan juga “hidup” warna sebutir permata maka semakin tinggi pula nilainya.
Setidak-tidaknya para konsumen membutuhkan pengetahuan minimal tentang berbagai macam tritmen (trearment) yang sejauh ini bisa dilakukan terhadap batu permata.
·         Iridasi adalah tritmen terburuk yang dikenakan terhadap permata. Dengan cara ini batu-batu dapat “mati” atau kehilangan energy alaminya. Sering sekali tritmen ini dikenakan terhadap akuamarin, topaz, zamrud, intan, serta batu-batu lainnya.
·         Pencelupan merupakan tritmen yang paling umum dilakukan. Pada batu-batu permata jernih, retakan-retakan sering muncul dalam warna yang tampak lebih tua. Nyaris semua lapis lazuli dan kuarsa mawar telah dimasak dengan cara ini, begitu pula dengan kecubung, sitrin dan juga oniks.
·         Pelapisan, jesper sering sekali direndam di dalam minyak tanah untuk melindungi dan memperbaiki warnanya. Celakanya tritmen ini justru membuat batu tersebut lebih rentan.
·         Batu-batu tiruan, beberapa jauhari (pedagang emas-perak) mencoba menawarkan batu-batu tiruan alih-alih yang asli. Jumlah dan ragam batu tiruan sangatlah banyak bahkan nyaris ekuivalen dengan seluruh batu mulia yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu tanyakan selalu jenis atau nama batu seandainya belum merasa yakin atas batu tersebut daripada salah memilih batu permata.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menilai Batu Mulia dengan Baik

0 comments:

Post a Comment