Friday, April 24, 2015

Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi

Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi
obsidian merupakan sebuah batu mulia yang istimewa karena asal permata tersebut dan merupakan batu yang cukup sulit untuk didapatkan. Di antara beribu-ribu jenis mineral yang terserak di bumi, hanya ada beberapa ratus yang tergolong jenis yang langka, tahan lama, dan juga indah atau malah memiliki kombinasi dari ketiga unsure tersebut sehingga harganya menjadi relatif mahal dan bahkan ada yang sangat mahal. Dahulu mineral-mineral tersebut dibedakan menjadi dua macam yaitu batu mulia (precious stones) seperti berlian, miraah, dan zamrud dan juga batu mulia tanggung (semi-precious stones) seperti biduri bulan, zircon, dan akik.
Sebetulnya pembedaan seperti ini tidak niscaya dibutuhkan karena pada umumnya mineral relative memiliki kualitas keindahan dan daya tahan tinggi, serta dapat dipakai sebagai perhiasan yang disebut permata (gemstones). Walaupun tak begitu banyak orang yang melirik batu obsidian ini namun ada sebagian orang juga yang sangat menyukainya sebab asal muasal dari batu obsidian ini sangat tidak terduga. Dan jikalau mahal pasti meruapakan batu obsidian yang termasuk jenis langka dan banyak diburu seperti Snowlike obsidian yang seperti salju dan juga Rainbow obsidian atau obsidian pelangi yang tentunya sangat indah dan menarik untuk dapat dijadikan sebuah perhiasan, seperti permata untuk disematkan di kalung atau cincin.
Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi
Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi

Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi
Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi

Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi
Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi


Batu mulia obsidian
Alkisah ketika bencana datang yaitu meletusnya Gunung Kelud pada tanggal 11 bulan 11 dan tahun 1911 dari dalam kawah Kelud terlontar sebongkah batu yang amat besar. Setelah ditemukan dan dipukul hingga hancur, orang-orang menemukan 11 butir batu mustika kembar (sama ukurannya, bentuknya, dan juga warnanya). Batuan muntahan gunung berapi ini yang tampak seperti kaca (glass) alamiah berwarna hitam, abu-abu, atau kadang-kadang berwarna-warni ini kemudian dikenal dan disebut sebagai batu obsidian.
Oleh karen itu tidak mengherankan bila jenis batu permata ini kemudian banyak ditemukan di lokasi-lokasi yang mempunyai aktivitas volkanik cukup tinggi seperti di New Mexico, Hawaii, Meksiko, Wyoming (Yellostone), Utah, Jepang, Islandia, Etiopia, Skotlandia. Di wilayah Indonesia sendiri kebanyakan obsidian diperolah sebagai batuan beku luar pada jalur gunung berapi yang berumur cukup relative muda atau pleistosen-kuarter misalnya di wilayah Jambi, Lampung, Jawa Barat, Banten, Kalimantan, Sulawesi Utara, serta daerah Papua terutama Pegunungan Namotote.
Airmata Apache (Apache tears) adalah salah satu obsidian  yang berasal dari New Mexico yang kadang-kadang diserdi faset. Snowlike obsidian digunkan sebagai manik-manik dan dipotomg cabochon dan memiliki inklusi kristobalit (cristobalite) seperti keeping-keping salju berwarna putih. Sedangkan obsidian pelangi (rainbow obsidian) menampakkan warna warni yang beraneka ragam seperti kehijauan, ungu bahkan hingga perak. Obsidian termasuk batu yang cukup rapuh dan peka terhadap panas.  


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Obsidian Batu Muntahan Gunung Berapi

0 comments:

Post a Comment